Selasa, 23 Mei 2017

Tulisan lepas Bersama Kopi


Kusesap pahit dari kopiku,
Ketika lekikku sandera tatapmu,
Sungguh tiada maksudku,
Mohon maaf untuk istighfar yang harus terucap
Lirih kulangitkan permohonan ampun
Untuk laku yang tak pantas.
Dan ketukan itu,
Biarkan sang pemilik hati membuka pintunya
Karena jika takdir tertulis demikian
Sesumbar pun  takkan mengubahnya di lauh Mahfudz.

___ ***___

KOPIMU untuk SIAPA
Oh Tuhan Ilahi Rabbi,
kau cipta kopi untuk yg bisa bikin puisi, agar rasa menggerak hati,
hati menggerak raga,
merangkai kata menitip makna,
bisa terbaca jika hadir sebagai pencinta.
Ilahi Robbi, aku tunduk sebagaimana tunduknya kopi,
pasrah diwarnai gelap,
tapi selalu setia utk memberi rasa, mematri menjaga cipta karsa...
Oh Tuhan, Ilahi Robbi,
Akhirnya aku lapor diri
Jatuhku berjarak laut
Ijinkan kusiapkan bahtera
Selanjutnya ku ikut arusMU
Aku runduk apapun siapapun...

___ *** ___

Berhadapan dg simpul yg membalut hatimu
Aku ragu untuk menarik salah satu ujungnya
Andai kusut tentu hatimu terkunci
Sementara aku lelah berteriak di depan pintu :
Dik! Tunjuki aku ujung kata, detak rasa, dan jiwa
Agar irama mengalirkan RASA sedalam-dalamnya


___ *** ___

Jangan gesa jatuhkan diri,
Ketika sekejap pandang tertahan,
Kecamuk tanyaku berbisik,
Semudah itukah engkau terjatuh?
jarak laut berbilang mil, menyimpan badai bukan tak mungkin,
Sangsiku bahteramu sanggup menahan tanya,
Yang menerpa hingga buritan.
Tetaplah di sana,
Jika ragu melintasi hatimu,
Ragu hanya buatmu urung melangkah,
Meski pintu terpentang lebar


____ *** ____
Duh..gemetar aku...pdhal sdh kuintip lama adakah lupa kali pertama ku menyapamu. .
adapun lesung lekik pipi sebagai parpurna rasa...
meski pelabuhan dah di depan mata tetap saja blum sampai...
tetap kurawat sabar...
sabar yg meniti...
bukan sabar berhenti.....
tapi adakah ruang dermaga utk bahtera yg akan berlabuh ini.....
meski waktu tetap membilang

___ *** ___

Kenapa kau hendak tahan laju
Biduk yg telah berkembang layarnya
Sedang kau pernah cerita
Luasnya laut
Ganasnya angin
Atau kau takut kalah
Beradu lagi dengan gelombang
Yang pernah kau taklukan?


__ *** ___

Seyogyanya demikian,
sapa hanyalah pembuka dari interaksi yang bermula,
berlanjut pada lekik yang mengembang bersama menguarnya aroma kopi,
cukupkah untuk kuch kuch Hota hai?

Jangan, jangan meminta ruang, pada dermaga yang merapuh,
bertahan dari terpaan ombak untuk sandaran 2 perahu kecil dengan tali sabut,
jangan hadirkan riak yang dapat membuat talinya lepas,
demi mimpinya mengarung lautan.

Dan jangan,
jangan pernah meminta ruang untuk merapat,
jika pelabuhan utamamu masih menunggu,
kembalilah membuang jangkarmu,
lebur lelahmu di persinggahan.
Jangan mengetuk jendela yang engselnya telah berkarat,
jika telah ada jendela terbuka dengan taman di hadapmu,
karena ketika terbuka sulit untuk menutupnya kembali.


Repost from My wall, sekedar  disatukan, sayang untuk diabaikan.
Terimakasih sudah menyambungnya 'AA'

 ^_^


Sabtu, 18 Maret 2017

Retak

Pernahkah kau  lihat cawan yang retak?
Atau bahkan cawan yang terbelah?
Ya,
Percayalah cawan terbelah dapat menyatu kembali
akan selalu ada cara untuk menyambungnya
pun dengan yang retak,
Yakinlah masih bisa kau seruput nikmat teh manis di bibirnya
Tapi..
butuh kekuatan lebih
butuh perhatian  lebih
dan
butuh penyimpanan yang lebih
karena waktu selalu siaga untuk menadah serpihannya..
Saat sang waktu telah menadahnya,,
Tak ada lagi cara untuknya kembali..
kecuali melebur dan menjadikannya cawan yang baru
meski harus menyisakan luka... 

"keep fight, selalu ada terang saat gelap berlalu"

-@i-

#Ditulis ulang dari  kenangan di timeline beberapa waktu silam

Kamis, 24 November 2016

Rapuhku Tanpamu (1)

Kusulam bayang di tirai sepi, 
kurajut khayal dalam selaksa sunyi
Kurekat keping demi keping di tiap sisi.  Kubingkai sebagai lukisan di dinding hati.                                            

Pejam mata kutatap lukisan senja
Napaktilasi cerita di pendar cahaya
Menari ceria dalam duka
Dibawah hujan kusembunyikan luruh airmata

#Merindumu
#42HariKepergianmu
#AkuMencintaimu

Selasa, 01 November 2016

Mati Itu Pasti, Maka bersedihlah..

Kematian, sungguh adalah rahasia Ilahi. Tidak ada daya dan upaya untuk menghentikannya, meski hanya sejenak. Kematian adalah sunnatulloh yang pasti, bagi setiap makhluk yang bernyawa. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS. Al-Ankabut 57 "Tiap-tiap diri (sudah tetap) akan merasai mati, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Kami (Untuk menerima balasan)."

Kematian selalu menyisakan kepedihan, terutama kematian orang terdekat baik keluarga, sahabat teman maupun saudara. Dan kematian suami adalah sungguh menyakitkan bagi istri dan juga anak yang ditinggalkan.
Ada banyak cara yang dilakukan oleh orang yang ditinggal pergi, sebagai ungkapan kesedihan.

Allah SWT begitu memperhatikan perkara kematian, hingga Allah SWT menyampaikan perihal kematian dalam QS. Al-Baqarah 2:234 "Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis masa ‘iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat"

Berkabung dalam Bahasa Arab adalah Al-Ihdaad dan al Hidaad yang diambil dari lafadz Al-Haddu, artinya  menahann atau melarang.
Secara istilah, Ihdaad  diartikan keadaan dimana seorang wanita dilarang untuk berhias dan melakukan semua hal yang dapat menarik hassrat lelaki lain untuk menikahinya , dalam rangka berkabung atas meninggalnya suaminya.
Pendapat lain mengatakann al-hadaad aadalah sikap wanita yang tidak mengenakan segala sesuatu yang dapat menarik orang lain unntuk menikahinya seperti minyak wangi, celak mata dan pakaian yang menarik dan tidak keluar rumah tanpa keperluan mendesak, setelah kematian suaminya.
Rasulullah menekankan perihal berkabung untuk perempaun yakni tidak lebih dari  tiga hari kecuali untuk kematian suaminya.

Sabda Rasulullah SAW "Tidak dibolehkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung atas suatu kematian lebih dari tiga malam, kecuali terhadap kematian suaminya, maka masa berkabungnya empat bulan dan sepuluh hari. (HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan:
Kematian ayah, ibu, saudara dan yang lain selain suaminya, masa berkabungnya tidak boleh melebihi tiga hari." 

Demikian Islam memberi tuntunan untuk melampiaskan kesedihan, maka ketika kematian menyambangi orang yang dicintai, bersedihlah. Menjerit, Memukuli diri, meratap dan lain sebagainya adalah hal yang dilarang sebagai ungkapan kesedihan. Menangis tanpa meratap adalah boleh, karena Rasulullah SAW pun menangis ketika meninggalnya Ibrahim, anak lelaki beliau dari Maria Qibthiyyah.
Anas bin Malik r.a. berkata :Kami masuk bersama Nabi pada Abu Saif al-Qain (si pandai besi), suami wanita yang menyusui Ibrahim (anak laki-laki Rasulullah dari hasil perkawainan Beliau dengan Maria Qibtihiyah). Lalu, Rasulullah mengambil Ibrahim dan menciumnya. Sesudah itu kami masuk kepadanya dan Ibrahim mengembuskan napas yang penghabisan. Maka, air mata Rasulullah mengucur. Lalu Abdurrahman bin Auf berkata kepada beliau, ‘Engkau (menangis) wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Wahai putra Auf, sesungguhnya air mata itu (tanda) kasih sayang.’ Kemudian air mata beliau terus mengucur. Lalu beliau bersabda, ‘Sesungguhnya air mata mengalir, dan hati pun bersedih. Namun, kami hanya mengucapkan perkataan yang diridhai oleh Tuhan kami. Sungguh kami bersedih karena berpisah denganmu wahai Ibrahim.‘” (H.R. Bukhari)

Sesungguhnya tangisan yang mengakibatkan murkanya Allah adalah tangisan yang disertai umpatan, ratapan dan perkataan yang mengakibatkan kekufuran pada Allah SWT.

Bagi perempuan, menahan dirilah selama 4 Bulan 10 hari, dan tetaplah dalam rumah tempat suamimu menghembuskan nafas terakhirnya, kecuali keluar karena udzur syar'i.

pertanyaannya, Bagi perempuan bekerja apakah masuk kantor setelah beberapa hari kematian suami adalah termasuk udzur syar'i?

Wallahu a'lam. Tetapi semoga Allah mengampuni apabila  keterpaksaan untuk menjalani kewajiban sebagai perempuan bekerja, ternyata mendurhakai perintah Allah SWT. 

Kesedihan karena kepergian orang terdekat, saya yakin tidak berbatas waktu. Seiring waktu, luka pasti akan mengering, namun tidak berarti tanpa menyisakan perih. Selalu dan selalu, nyeri itu akan menyapa, kapanpun kenangan kebersamaan itu muncul. 

Bersedihlah, dan ikhlaskan.





Mirajnews.com (sumber gambar)


Dari beberapa sumber :
1. https://seteteshidayah.wordpress.com
2. https://almanhaj.or.id
3. www.moslemforall.com
4.https://abuhauramuafa.wordpress.com
5. http://akuislam.com

Jumat, 30 September 2016

Rasa

Rasaku padamu, pada kalian
Ada cinta bertabur benci
Dan benci yang berbalur cinta
Tak terejawantahkan dengan kata
Tak terlukiskan dengan warna
Meski lengkap tak selalu disebut pelangi
Meski beberapa samar tak serta merta kau menyangkalnya pelangi
Karena rasaku padamu, pada kalian
Rasa yang ada namun tak bernama... -ai-


Kamis, 01 September 2016

Sakuku Menampung Semua Isi Dompetmu

Bukk.. tepukannya dipunggung membuyarkan tayangan peristiwa yang kulalui semalam. Keceriaan itu buncah dan mempengaruhi moodku memulai pagi ini.
“Jhiaahh,  matamuu binar amat. Kayak yang lagi jatuh cinta”
“emang lagi  jatuh cinta”
“Haa?? Tidak serius kan lo?”
Tawaku gelak,,
“Saya lagi jatuh cinta. Jatuh sejatuh-jatuhnya, Puas?”
Delikan mata dan tampang tidak percayanya membuatku kasihan untuk lanjut mengerjainya.
“Saya memang jatuh cinta say.  Kamu tahu kan, sepulang kantor kemarin saya  langsung ke Bistropolis”
“Kamu selingkuh?” Ucapannya pelan seperti takut untuk menuduh.
Gelakku pun makin gelak
Sepulang dari Bistropolis sekitar pukul sepuluh semalam, saya jatuh cinta pada beberapa hal. 

Pertama, Saya jatuh dan semakin cinta untuk serius menjadi Blogger. Dunia Blogger menjembataniku untuk mengenal banyak orang yang keren, menginspirasi. Sebut saja ada kak Mugniar Marakarma yang eksis di www.mugniar.com , ada Kak Syairawati Magrib yang akrab di sebut kak Abby Onety dan ada banyak yang lain yang tidak kalah kerennya.

Alasan lain yang membuatku jatuh cinta pada dunia Blogging adalah kesempatan untuk dapat ngumpul, Makan gratis dan pulang dapat goodie bag hahahaaa. Klo yang ini subjektif banget yaa . Yey.. untukk ini sih saya harus berterimaksih ma BBLOG yang rumahnya di http://bblog.id/  yang menjadi jembatan untuk bisa menyatukan blogger Makassar dan BCA di Bistropolis, tempat keren buat ngumpul dan hangout. Ets bisa juga jadi tempat mojok buatmu hahaaa.









Mupeng kan lihat foto fotoku dengan mereka, yuhuiii.
Meskipun saya belumlah menjadi penulis yang baik dengan tulisan yang dirindukan setidaknya saya selangkah lebih maju darimu, yang sudah miliki akun blog dengan tulisan seadanya. Kalau pamer foto dan tempat  kerenyang pernah kamu hadiri, well saya mengaku kalah, tapi saya menang di poin ngumpul bareng, makan gratis, dapat goodie bag plus dibayar pula hahahahha.
 Kedua, Saya jatuh cinta pada  Instagram. Aplikasi yang selama ini jarang saya buka, akun pun  sekedar ada tanpa pernah mencoba untuk mengisinya dengan foto cantik seperti peruntukannya. Kamu tahu? Semalam Alhafsi yang memajang karyanya di instagram @hhaacii_ membagi pengalamannya ber-instagram. Juga membagi kiat-kiatnya. Wihh keren abis. Ternyata untuk menghasilkan foto yang cantik itu tidak hanya harus bela-belain beli kamera mahal yang jadi penunggu lemarimu tetapi teknik dan skill menjadi salah satu poinnya.



Ketiga, saya jatuh cinta pada Inovasi terbaru yang diluncurkan BCA. Mbak Diandra dari BCA memaparkannya dengan sangat cantik. -Etss, saya fokus ke wajah cantiknya ding mpe tidak mendengar sebagian penjelasannya-  Ahhaa ini cocok sekali untukmu, yang setiap kali kita ngumpul makan bersama selalu alasan untuk dibayarkan dulu, nanti diganti tetapi pada ujungnya ga terganti kalau tidak di tagih hingga gemporr.
“Apaan sih” Delikknya merajuk.
Well, Handphone canggihmu sekarang tidak hanya buat selfie terus dibagi ke BBM, Facebook dan semua sosial  media yang aplikasinya menuhin layarrmu itu.
Smartphone yang memang ponsel cerdas melebihi cerdasnya otakmu yang kian tumpul karena mengandalkan smartphonemu, sekarang bisa berfungsi sebagai kartu ATM buatmu ketika kamu tidak sengaja lupa bawa dompetmu yang dipenuhi kartu dan nota tagihan.
Nah perkembangan smartphone yang kian hari semakin canggih, disikapi oleh dunia perbankan dan dunia keuangan pada umumnya untuk menghadirkan aplikasi online yang semakin memudahkan umat manusia.
BCA yang paling maksimal memanfaatkannya saat ini menghadirkan aplikasi SAKUKU, dompet elektronik yang dapat digunakan untuk bertransaksi bayar belanja, isi pulsa dan transaksi perbankan lainnya yang bisa kamu akses melalui smartphone kamu.
Untuk bisa menggunakannya, download dulu aplikasinya di playstore di hp androidmu atau di appstore  di iphonemu.
Description: Description: http://www.bca.co.id/~/media/Images/BCA-WEB/sakuku-1.ashx?la=id&hash=A4E572F64E73161B7845922B11BC27554877792A
Alasan kenapa kamu harus menggunakannya, pertama  sih, buat bayar belanjaanmu. Jadi saya bebas dari direpotkan olehmu untuk bayar belanjamu.
Lalu, kamu bisa isi pulsa dari sana. Yahhh ga ada alasan lagi buatmu untuk pinjam hapeku sekedar tanya pacarmu di mana karena wa-mu tidak terbaca.
Trus aplikasi ini juga bisa kalau kamu mau minta pulsa dari pacarmu. 
Selanjutnya, Transfer, kamu bisa transfer saldo Sakuku mu ke orang atau minta ditransferkan.
Nah ini yang paling saya suka, supaya kamu tidak ada alasan lagi ketika kita makan bareng, untuk saya yang bayarkan makanmu, gantinya nanti. Istilah kerennya split bill, fitur berbagi tagihan yang bisa dibagi rata.
Dan yang pamungkas dari semuanya, kamu kan paling suka lupa bawa dompet, hahaaii tidak ada alasan lagi kalo kamu butuh uang tunai karena dengan Sakuku kamuu bisa tarik tunai dari ATM BCA meski tanpa kartu ATM. Nah keren kaann.
Keunggulan Sakuku bila direkap tu seperti ini :
  Dompet Elektronik, lewat aplikasi di smartphonemu untuk bayar belanja, isi pulsa, transaksi perbankan, tidak pakai kartu apalagi uang cash. Ssstt.. makin kesini sepertinya uang fisik makin menghilang yaa lebur ke dalam uang elektronik. Tuing, ada sesuatu di kepala dan hati yang entah bagaimana membahasakannya. Jadi keingat dinar ma dirham
  Bisa Transfer, Tarik Tunai bahkan ketika kamu tidak bawa kartu ATM.
  Bebas Biaya Administrassi,, ini yang saya suka
  Regsitrasi pun bisa online kecuali untuk nasabah Non BCA registrasi di cabang BCA terdekat yaa
  Setoran awal dan selanjutnya ringannn.. mulai dari 10 ribu
  Top up bisa pake ATM BCA mu, KlikBCA dan m-BCA pada BCA mobile
  Merchant yang sudah bekerja sama banyaakkk ni contohnya untuk di Makassar


Description: Description: Screenshot_16.png
Description: Description: Screenshot_2.png
Description: Description: Screenshot_3.png
Description: Description: Screenshot_4.png
Description: Description: Screenshot_5.png
Description: Description: Screenshot_6.png
Description: Description: Screenshot_8.png
Description: Description: Screenshot_7.png
Description: Description: Screenshot_9.png
Description: Description: Screenshot_10.png
Description: Description: Screenshot_11.png
Description: Description: Screenshot_12.png
Description: Description: Screenshot_13.png
Description: Description: Screenshot_14.png
Description: Description: Screenshot_15.png

Wets, Saaya perjelass ya.  Sakuku itu dapat digunakan oleh tidak hanya nasabah Bank BCA tetapi kamu sudah punya rekeningnya kan.
Nah sekarang untuk melengkapi kekinianmu itu, download gih aplikasi sakuku di ponsel canggihmu yang sudah pasti ber OS di atas 4.0 (android) dan ber IOS 7.1 ke atas (iPhone).
Nah untuk melengkapi penjelasanku tentang hal yang lagi buatku fall in love ini, baca sendiri gih di browsermu itu, ni rumahnya http://www.bca.co.id/sakuku. di sana lengkaappp, kapp, kaaaaappp.
Jhiahhhh.. saya belum selesai bicara ternyata aplikasimu sudah ready.


Senin, 27 Juni 2016

Serbuk Putih Hilangkan Nyeri Haid dan Nyeri PDku jelang Haid

Mengetahui tentangnya ketika saya merasakan nyeri yang amat sangat di panggul, pinggul lalu disusul nyeri dan kebas hingga ke kaki bagian kiri. Menyiksa sangat. Semakin parah ketika jelang datang bulan di awal bulan Maret 2016. Ini berlangsung  beberapa waktu, hingga di suatu hari, saking nyerinya saya menangis sendiri dalam kondisi menyetir dan harus singgah beberapa kali untuk sekedar menarik nafas mengendurkan rasa nyeri.

Saya adalah satu di antara banyak orang yang begitu susah menelan tablet, pil maupun sirup obat, dan salah satu orang yang sebenarnya takut berhubungan dengan dokter meskipun keseharian dihabiskan dengan dokter baik gigi, umum dan juga spesialis beserta perangkat medis lainnya yakni perawat, analis, farmasi, raddiografer dll. Lucu yakk..

Yup, saya takut ketika harus berurusan dengan mereka dalam rangka memeriksakan diri sendiri. Saya sejatinya takut berhadapan dengan jarum suntik keetika barang itu harus ditusukkan ke bagian tubuh, meski kadang dengan entengnya saya berkata "Tidak sakitji pak/bu, sedikitji saya tusuk baru ambil darahta" Hahaaa, Ngekk, bahasa itu tidak berlaku di saya yaaa ^_*

Tetapi ketika nyeri itu semakin hebat hingga harus memaksaku meringkuk kesakitan di musholla kantor, kuberanikan diri berkonsultasi dengan dokter dan disarankan untuk menghubungi SPOG, karena gejala yang saya alami bisa jadi adalah gejala kelainan pada rahim yang kemungkinannya bisa kanker rahim.

Ketakutan akan informassi tersebut memaksa saya berselancar di lautan google untuk mencari perbandingan dan ternyata banyak informasi yang memang mengarah  ke sana sesuai gejala yang saya rasakan. pencarian ini kemudian mempertemukanku dengan informasi tentang Baking Soda, lalu di facebook tiba-tiba bertemua dengan share tentang Baking soda dari wall ibu Wineta Andaruni, selanjutnya tanpa ada komen ddan pertanyaan saya telususri timeline yang berhubungan dengan ibu Wineta mengenai BS. bertemulah dengan banyak akun pegiat Baking Soda yang kemudian Rendi Randhika memasukkanku ke grup Rahasia KBSI. 

berbekal pengetahuan dan membaca pengalaman orang-orang yang telah menggunakan Baking soda, nekat kumulai terapi alkaliku, selanjutnya kulengkapi dengan penddamping spray Magnesium Oil.
terapi alkali yang saya maksud adallah meminum larutan Baking Soda 1/2 sdt yang dilarutkan dalam seegelas air kurang lebih 250 ml. di minum saat bangun tidur dan jelang tidur, dengan catatan perut dalam kondisi kosong.

kurang lebih 2 bulan saya melakukan terapi ini, dan Alhamdulillah jelang haid yang didahului dengan berbagai nyeri ini telah berlalu. Bahkan di bulan Ramadhan ini sama sekali saya tidak merasakan tanda-tandda akan haid, tiba-tiba ketika akan sholat Dhuhur sudah tidak bisa karena si Merah telah keluar. Alhamdulillah.. 

semoga selamanya begini seperti ketika saya masih gadis, di mana tidak ada keluhan apapun jelang dan selama haid. yang kemudian semua berubah setelah melakukan KB hormonal pasca anak pertama lahir dan berlanjut hingga anak kedua. Saat berkenalan dengan KB itulah, jadwal haid amburadul, sindrom itu muncul bersamaan, dan semua serba tiddak nyaman. puncaknya nyeri hebat di tahun 2016 ini dan kemudian berangsur menghilang setelah berkenalan dengan serbuk putih yang dikenal dengan nama Baking Soda, Soda Kue, Natrium Bicarbonat ini.


Senin, 23 Mei 2016

Berkendara adalah Seni, Seni mengendalikan Emosi

Sore ini, kupacu kendaraanku dari arah banta-bantaeng menuju Bratachem di Jalan. Cenderawasih. Melalui jalanan padat Banta-bantaeng menuju Jl. Veteran yang hanya kurang lebih 200m sudah cukup menguras emosi, jalanan padat, pengendara yang seenaknya dan ank-anak yang berseliweran dengan telinga yang nyaris tidak mendengar bunyi klakson sekeras apapun kita menekannya.

Well, emosi masih harus teraduk ketika di tempat mutar pak Ogah bukannya membantu malah menambah macet  dengan seenaknya berdiri pas di moncong mobil, yang mestinya ketika memutar kemudi full sudah bisa lewat tetapi karena terhalang dirinya yang bila dipaksakan pasti mengenai tubuhnya.

Masuk ke arah Jl. Singa, Emosiku kembali berjumpalitan dengan iringan anak yang entah dari mana yang dengan nyantainya berdampingan berjalan memenuhi nyaris separuh badan jalan tanpa peduli dengan lengking klakson padahal di sebelah kiri mereka bahu jalan cukup luas bahkan untuk memarkir mobil seukuran bus kecil pun muat tetapi kalian kok memenuhi badan jalan sih nak...

Tarik nafas dalam-dalam, yang waras ngalah. Menyusuri Jl. Kakatua kembali emosi harus ditekan hingga batas terdalam, sepasang muda mudi yang mungkin lagi dimabuk asmara, mengendarai motor dengan begitu pelan, sayangnya pelannya di tengah-tengah, kita yang ada di belakangnya bingung antara mau mendahului dari arah kirinya tidak muat, ke arah kanannya cukup padat.. oalahh nddukk. Dunia memang hanya milikmu berdua, pun jalanan ini.

Kembali dari Bratachem, kejadian berulang. Motor yang dikendarai sepasang muda-mudi harus membuatku bersabar mengkutinya, sejatinya saya berniat belok kiri kembali ke arah Kakatua, tetapi genggaman setir pengendara di depanku yang hanya satu tangan yakni tangan kanan alhasil membuat laju motornya agaak zigzag, dan saya ragu untuk mendahuluinya dari salahsatu arah karena sepertinya pengendara tidak konsen dengan jalanan, konsennya ke boncengan. Di depan BNI saya merasa ada celah untuk mendahuluinya dari arah kanan, ealahh kamprett tiba-tiba pengendara membanting motornya ke arah kanan, memotong laju mobil yang saya kendarai dan sukses membuatku harus mengerem mendadak sebelum akhirnya belok kekiri ke arah Jl. Kakatua.

Emosiku ternyata masih teruji di Jl. Veteran, dari arah jalan Macan seorang ibu tiba-tiba memotong full ke kanan, tanpa weser dan tanpa peduli kendaraan yang ada di belakangnya. Fortuner di sampingku refleks berhenti ketika moncongnya nyaris mencium motor si ibu, melewati moncongku yang juga harus menekan rem.

Terakhir, pas di depan kantor weser sudah dari jauh dinyalakan untuk meminta jalan ke arah kanan masuk gerbang kantor, ketika mncong mobil sudah berbelok ke kanan dari arah depan sebuah pickup tanpa mengurangi kecepatan seolah tidak ingin memberi jalan, saya memilih mengalah dengan menekan pedal rem, mungkin dia masih bisa lewat tetapi jarak yang sangat mepet bila dia memaksakan untuk masuk memaksanya menginjak rem untuk membiarkanku lewat. huhhh..

Ahhh berkendara memang seni, seni menahan diri, seni mengendalikan emosi dan seni mengatupkan rahang untuk tidak memaki ^_^



Jumat, 22 April 2016

Sekeping asa bersama Lactogrow Happy Date with Legendaddy Happy Winter Land - Makassar

Saya sudah kapok untuk memberitakan sesuatu sebelum hari H pada anak-anak, takut ketika pada hari H atau sebelum hari H ada sesuatu yang memaksa untuk membatalkan agenda. Well, undangan dari LACTOGROW tersimpan manis di inbox email. 
Hari H, Minggu, 17 April, seperti biasa Syifaku bangun 04.30 untuk bersiap sholat subuh dan murojaah hafalan. Setelah menunaikan kewajiban, si putri menemuiku di dapur.
"Umm, Ayo pigi jalan pagi"
"Hari ini kita tidak jalan pagi ya cantik, Ummi mau ajak Syifa sama ade Aby ke Trans. Ummi ada undangan  untuk mengikuti konferensi persnya Lactogrow, semua peserta disediakan tiket gratis untuk masuk ke arena bermain yang ada saljunya. Syifa mau?"
"Salju?? jadi nanti ada salju yang turun di kepalata Umm?"
"adaki juga olaf?" lanjunya lagi
Otakku berputar mencari jawaban siapa Olaf hehee
"Ummi belum tahu, tapi mestinya sih ada"
"Oke, apa yang kusiapkan Ummi, saya kasi bangunmi ade Aby nah, belumpi sholat"
"Iye, setelahnya siapkan baju ganti dan kaos kaki untuk di bawa ke sana. Siapkan juga botol minum untuk kk sama ade. Masukkan ke tas, disatukan saja pake tas kk atau tas ade."
Entah apa yang ada di kepala anakku tentang Salju, yang saya lihat ada pendar penuh tanya di matanya. semoga apa yang ada di sana sesuai dengan ekspektasinya. 
Di Indonesia yang notabene adalah negara tropis, matahari  bersinar sepanjang waktu yang pada periode terntentu di selingi hadirnya hujan, sehingga dikenallah dua musim di Indonesia, Musim hujan dan musim kemarau. Jangan berharap ada musim semi apalagi musim salju. So, hanya mereka yang orang tuanya berdompet tebal yang mampu merasakan serunya bermain dengan butiran salju. Anak-anak Indonesia yang lain hanya dapat berimajinasi dan membayangkan seperti apa keseruan itu, lalu menambah keping puzzle impian mereka.

LACTOGROW, yang telah puluhan tahun menemani anak Indonesia tumbuh dan berkembang, memunguti keping impian itu, mewujudkannya dengan membawa salju ke Indonesia. Salju itu  diturunkan dalam Mall, Woww, Hebat dong yaa. Thank you LACTOGROW.

yeahh, setelah tahun lalu LACTOGROW sukses membawa pantai ke dalam Mall bersama Nestle Lactogrow happy date with legendaddy – happy beach, maka tahun ini LACTOGROW mempersembahkan Keseruan bermain bersama salju di Trans Studio Mall Makassar dalam event Nestle Lactogrow Happy Date with legendaddy – happy winter land, Minggu (17/4), setelah Jakarta dan Surabaya, kemudian di bulan Mei mendatang Salju akan di bawa ke Medan. 

Klik gambar untuk sumber gambar yaa..
 Undangan dari Lactogrow sejatinya adalah undangan mengikuti talkshow "Kebahagiaan keluarga, penentu karakter dan Tumbuh Kembang Anak" yang digelar pada saat konferensi pers pembukaan "Happy Date with Legendaddy - Happy Winter Land" dengan menghadirkan pembicara-pembicara keren di bidangnya.


Minggu, 17 April 2016
X.O Suki & Cuisine, Lantai LG, Trans Studio Mall
Jl. Metro Tanjung Bunga, Kec. Makassar, Sulawesi Selatan
Pukul 11.00 - 13.30 WITA
(dimulai dengan makan siang, diakhiri dengan bermain salju)



Lemparan pertanyaan dari pembawa acara mencairkan suasana. "Siapa yang berani mengatakan keluarganya bahagia? Siapa yang Anaknya bahagia?"
Hanya segelintir yang mengangkat tangan, saya pribadi tidak berani mengangkat tangan. Dan ternyata survey yang dilakukan Lacotgrow mengatakan hanya 53% orang tua yang menyatakan anaknya bahagia. 

Survey ini dilanjutkan dengan focus group discussion (FGD), yang kemudian memperjelas alasan orang tua khususnya Ibu tidak berani mengatakan anak mereka bahagia. Salah satunya adalah waktu kebersamaan dengan anak yang kurang. Pola makan yang kadang tidak teratur, lalu pola asuh yang menurut survey juga menempatkan Ayah di posisi ke empat dalam hal pengasuhan anak setelah ibu, Nenek, dan Kakek. 
Mencermati hal tersebut, Nestle Lactogrow mempersembahkan momen istimewa untuk merekatkan kembali kebersamaan ayah, ibu dan anak agar proses tumbuh kembang anak tetap optimal. Hal ini diamini oleh Psikolog Rini Hildayani, M.Si.. Ibu Rini mengatakan keterlibatan ayah dan anak dalam pengasuhan mendorong tercapainya tumbuh kembang optimal. interaksi anak dan orang tua khususnya ayah menstimulasi perkembangan kemampuan kognitif dan kemampuan anak bersosialisasi. 
Ada yang tidak kalah penting dalam hal mempengaruhi tumbuh kembang anak,  Dr.dr.Ahmad Suryawan, Sp.A(K), mengatakan organ imunitas terbesar terletak pada saluran cerna. Pola makan teratur, dan juga mejaga kelangsungan mikrobiotik baik dalam saluran cerna yang membantu penyerapan gizi maksimal dari makanan adalah sesuatu yang tidak dapat disepelekan. Sejatinya, anak yang lahir per vaginal, secara alami telah terpapar dengan mikrobiotik baik dari ibunya, tetapi untuk ibu yang atas indikasi medis terpaksa harus menjalani proses kelahiran dengan sectio dapat melakukan cara lain. Salah satunya, segera menyusui anak yang baru lahir. Tidak semua ibu dianugerahi nikmat untuk menyusui. Tetapi ibu yang bijak akan berusaha mencari sumber pengganti yang dapat memenuhi semua zat gizi yang dibutuhkan anak dan juga menyediakan mikrobiotik baik untuk anak. salah satu pilihan yang tersedia adalah NestlĂ© LACTOGROW 3 HappyNutri yang mengandung Asam Linoleat (Omega 6) dan Asam Alfa-Linolenat (Omega 3) serta Lactobacillus reuteri yang mendukung kesehatan saluran cerna Si Kecil.

Hei!! Ada yang kinclong di acara Lactogrow Happy Date with Legendaddy Happy Winter Land - Makassar, Oka Antara, seorang publik figure dan ayah dari 3 orang anak dengan seabrek aktifitas mengatakan tidak ingin melewatkan kebersamaan dengan anak. Kebahagiaan terbesarnya adalah melihat anak-anaknya tumbuh sehat dan bermain dengan riang.







Well, kebahagiaan anak dipengaruhi banyak faktor. Tumbuh kembang optimal tidak hanya dengan memenuhi gizi seimbang. ada faktor lain yang saling terkait dan mendukung. Kehadiran ayah melengkapi semua faktor tersebut.

Ayah yang mau memberikan waktu berharganya untuk sekedar mejadi robot, berperan sebagai kuda poni yang lucu untuk anak perempuannya yang mungil, jadi gajah yang kuat untuk anak lelakinya yang aktif. Ayah yang bersedia menjadi  boneka latihan untuk putri kecil yang sibuk mencontoh mamanya dandan, ayah yang mampu berlari kuat mengejar bola, lalu pura-pura gawangnya kebobolan ketika sang bintang beraksi.

Hahaa, ada yang bertanya, "Terus mereka yang tidak memiliki ayah apakah bisa tetap tumbuh dan berkembang dengan optimal, bila kehadiran ayah menjadi pelengkap yang sangat penting di masa tumbuh kembangnya?"

Jangan berkecil hati bunda hebat, kehadiran ayah adalah sesuatu yang sangat penting, tetapi dari segi psikologis ibu Rini menjelaskan yang dibutuhkan adalah figur ayah yang dapat menggantikan peran ayah yang harus tidak ada karena berbagai alasan. Apapun alasan tersebut, penting untuk menghadirkan figur ayah dalam proses tumbuh kembang anak, mungkin saja dari paman, kakek atau saudara lain. Yang pasti kehadiran ayah dan peran sertanya dalam proses tumbuh kembang anak adalah sesuatu yang sangat penting dan memberi pengaruh yang sangat bermakna. so.. Ayah hebat, pasti mampu sisihkan waktu dan tenaga untuk membentuk anak yang hebat.










 Dingin yang membuat perut kembali butuh untuk dihangatkan :)



Selasa, 19 April 2016

Kau, Hujan dan secangkir kopi

kau dengan setelan jeans belel dan kaos oblong
dengan senyum yang tak lepas..
dengan genggaman yang tak ingin kulepas
dengan rengkuh di pundakku yang serasa masih berbekas,,
yahh ada kenangan tentangmu yang berloncatan riang di udara
menepis fokusku untuk beberapa jenak
Hujan sore ini jadi pemantiknya
meski yang pasti bukan hujan yang sama
namun bersama secangkir kopi dan rinai hujan
kuhadirkan bayangmu beserta cerita kita bersamanya
dan di sini kubercengkerama dengan bayangmu dari balik jendela kaca..
‪#‎Edisi‬ menunggu hujan reda#
-ai-