Rabu, 13 Desember 2017

Kenalan Yukk dengan Difteri

Difteri, kenali dan bersahabat sehingga tidak berpotensi merenggut nyawa. Gejala awal tidak khas sehingga waspadai jika pilek yang disertai susah menelan, sulit bernafas dengan memeriksa adanya pseudomembran yang merupakan gejala khas dan penegak diagnosa.
  
Penghujung tahun 2017 ini KLB Difteri menjadi berita yang mampu sedikit menggeser berbagai Hoax dan mengurangi intensitas berita tidak jelas yang menyulut pro kontra. 

Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Difteri merupakan penyakit masa lalu yang tidak pernah mati, menginvasi setiap tahun dan di tahun 2017 ini tetiba menggebrak di penghujung tahun sebagai Kasus Luar Biasa. Menurut informasi WHO, 3 negara dengan KLB Difteri di tahun ini  adalah Indonesia, Bangladesh dan Yaman. (Kompas.com)

Difteri adalah infeksi akut yang disebabkan oleh species Corynebacterium Diphteriae. lebih banyak menyerang saluran pernapaan atas yakni tonsil, faring, laring, hidung dan kadang menginvassi selaput lendir lainnya, kulit, konjungtiva dan vagina. Difteri memberat jika toksin yang dihasilkan menyumbat jalan nafas hingga mengakibatkan kegagalan jantung.

Corynebacterium Diphteriae adalah bakteri berbentuk batang, gram positif, tidak berspora, bercampak atau kapsul, anaerobik dan bukan merupakan bakteri yang invasive tetapi mengeluarkan toksin di mana exotoxin inilah yang berefek patoligik  yang mengakibatkan sakit. Corynebacterium Diphteri terbagi beberapa tipe dan salah satunya adalah tipe tidak ganas yang secara normal dapat ditemukan pada selaput mukosa dan tenggorokan.

Sumber utama penularan Difteri adalah manusia baik yang terinfeksi dan disebut penderita maupun manusia pembawa. (Carrier).  Masa inkubasi penyakit Difteri 2-5 hari, masa penularan 2-4 minggu sejak inkubasi dan penularan oleh manusia pembawa (Terdapat bakteri Difteri dalam tubuh tetappi tidak menimbulkan sakit atau gejala) hingga 6 bulan.

Cara penularan :
  • Melalui pernafasan dan droplet ketika bersin atau batuk
  • Melalui makanan yang terkontaminasi
  • kontak dengan barang yang terkontaminasi
  • Kontak langsung pada kulit yang terinfeksi
Gejala umum :
  • Suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celcius
  • Terbentuk lapisan tipis berwarna abu-abu pada tenggorkan dan amandel
  • Demam dan menggigil
  • Sulit bernafas
  • Pembengkakan kelenjar limfe leher
  • Lemas, lelah
  • Sakit pada saat menelan
  • Pada anak tak jarang diikuti dengan mual, muntah, meggigil, dan sakit kepala
Perjalanan penyakit Difteri di mulai dengan menempelnya bakteri pada lapisan pernafasan, disusul dengan masa inkubasi lalu muncul gejala tidak khas hingga khas selanjutnya bakteri menghasilkan toksin yang akan membunuh sel di sekitarnya hingga terbentuk lapisan putih atau abu-abu yang merupakan gejala khas yang biasanya menjadi salah satu gejala yang ddigunakan untuk menegakkan diagnosa sambil menunggu diperkuat dengan hasil swab tenggorokan di Laboratorium yang menyatakan ditemukannya bakteri Difteri. 


Pencegahan 
Kementerian Kesehatan menyatakan satu-satunya hal yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Difteri adalah dengan Imunisasi/vaksinasi.
Note.. Saat ini saya condong ke AntiVaks
Pencegahan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri pada dasarnya sama. Hal paling mendasar untuk menangkal ancaman  bakteri, virus, parasit dan jamur adalah dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat) minus vaksinasinya yaa.. hahhaaa..upss.

Pengobatan 
secara medis pengobatan Difteri dilakukan dengan pemberian Antibiotik dan juga Antitoksin. Antibiotik diberikan untuk mematikan kuman dan mengurangi serta menyembuhkan infeksi. Pemberian antitoksin untuk menetralisir toksin yang menyebar dalam tubuh

secara umum pengenalan Difteri dari penyebab hingga pengobatan seperti yang saya tulis di atas. Semoga dapat bermanfaat ^_*


Catatan kecil Sebagai tambahan.

Bakteri, virus, Parasit dan Jamur tidak akan dapat berkembang pada tubuh yang memiliki daya tahan yang kuat. Meskipun menginfeksi, self healing alami yang tubuh miliki dapat mengeliminir dan tidak akan memberi dampak yang parah.

Di alam secara normal semua bakteri, virus, parasit dan jamur itu ada. Tetapi tidak selalu mampu menginfeksi meskipun ditemukan ada dalam tubuh. Mengapa demikian? 
Karena tubuh memiliki sistem pertahanan yang baik, dan jasad renik tersebut tidak akan tumbuh dan berkembang dalam kondisi yang tidak sesuai dengan dirinya, atau tidak memiliki celah untuk menembus sistem pertahanan tubuh manusia.

Jadi hal yang patut menjadi perhatian adalah bagaimana mengkondisikan tubuh tidak disukai oleh jasad renik untuk tumbuh dan berkembang lalu  merusak. Menjaga sistem kekebalan tubuh tetap optimal dengan bantuan bahan makanan yang secara alami tidak akan memberi efek samping berbahaya bagi tubuh.

Secara alami, alam telah menyiapkan berbagai bahan yang mampu menangkal, mematikan dan membasmi jasad renik perusak. 
Bahan-bahan tersebut pada umumnya adalah bahan yang sangat familiar dan mudah ditemui.
bahan makanan yang telah diyakini dan dibuktikan dengan ilmu pengetahuan modern sebagai anti bakteri adalah 
  1. Madu, Madu asli dan mentah yang disebutkan dalam Al Quran adalah antibiotik alami terbaik yang alam sediakan untuk manusia. Madu merupakan bahan paling praktis membunuh jasad renik yang merugikan sekaligus mengandung semua unsur nutrisi yang tubuh perlukan. 
  2. Bawang merah dan putih. Pasangan bawang ini merupakan makanan anti mikroba yang dialamnya terkandung banyak unsur penting untuk menangkal jamur, cacing dan mikroba berbahaya. 
  3. Kelapa. Minyak kelapa yang memiliki rantai asam menengah biasa di sebut asam laurat menjadikannya salah satu penangkal mikroba apapun jenisnya. Di samping itu kandungan lain dalam kelapa sudah seharusnya menjadi bahan pertimbangan kita untuk menjaddikan salah satu bahan makanan penting dalam keseharian.
  4. Kunyit. Dengan dukungan ilmiah yang menyatakan senyawa dalam kunyit adalah anti mikroba handal, terutama senyawa yang menghasilkan warna oranye di sebut sebagai anti  mikroba yang ssangat efektif. 
  5. Kubis. Sayuran yang dikenal sebagai anti kanker dan Kandungan vitamin C yang tinggi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh  dan menangkal penyerbu asing. Sssst!! Jus Kubis sangat efektif untuk mengobati sakit maag. 
  6. Makanan Fermentasi. Makanan yang di fermentasi mengandung semua manfaat bahan awalnya, yang dalam prosesnya kemudian dilengkapi dengan komponen antimikroba, proaktif dan probiotik. Mengandung bakteri baik yang menetralisir berkembangnya bakteri buruk.
  7. Cuka apel. 
  8. Lemon
  9. Jahe
  10. Kayu Manis
  11. Sambiloto
  12. daaaaaann masih banyak yang lain. tapi saya mengantukk. :)
bahan tambahan lain yang disediakan alam untuk membantu kita menjaga sistem  kekebalan tubuh tetap optimal adalah MINERAL. Yes.. MINERAL.
1. Natrium
2. Magnesium
3. Kalium 
4. Dan seterusnyaa


Salah satu ikhtiar yang saya sarankan untuk penangkal sekaligus untuk mengobati jika terkena Difteri.
  1. Terapi Alkali dengan Baking Soda (Bahan paling murah)
  2. Puasa, dalam hal ini kurangi makanan padat dan berat yang akan memberatkan kerja organ pencernaan sehingga energi tidak difokuskan untuk mengolah makanan
  3. Difteri terutama berkembang pada musim yang lebbih dingin. olehnya itu lawan difteri dengan berjemur atau mengondisikan tubuh sedikit lebih panas
  4. Minum VCO
  5. Campuran lemon jahe madu adalah tonik antibodi sekaligus anti mikroba yang  hebat
  6. paduan madu dan kayu manis adalah paduan efektif dan multikhasiat
  7. campuran 2 sdt kunyit, 2 sdm bubuk bawang putih, 2 sdm bawang merah, 2 sdm jahe, 2 buah cabe (Yang pedas, disarankan cabe puyang/cabe jawa), 1 sdm kubis, (semua bahan dihaluskan dan dicampur. Siram dengan cuka apel. perbandingan 2 bagian semua bahan halus dan 1 bagian cuka (2 : 1), Fermentassi 2 minggu, kocok setiap hari, setelahnya saring. simpan di lemari pendingin. Konsumsi 1 sdt per hari. hati-hati rasanya cukup panas. 

Semoga bermanfaat.
Tulisan di sadur Dari berbagai sumber.


2 komentar:

Rudi G. Aswan mengatakan...

Terima kasih infonya ya Mbak. Sangat bermanfaat.Ternyata ada banyak ya bahan alami untuk menangkal virus difteri ini. Nuhun pisan :)

Ani Nanrang mengatakan...

Kembali kasih pak.. Alhamdulillah di dapur kita ternyata banyak antibiotik yang belum di eksplor. Nuhun sudah mampir.