Tampilkan postingan dengan label TULISAN LEPAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TULISAN LEPAS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 November 2017

Pilu

Kusulam bayang di tirai sepi, 
kurajut khayal dalam selaksa sunyi
Kurekat keping demi keping di tiap sisi.                                                          Lalu kubingkai sebagai lukisan di dinding hati.                                            
Pejam mata kutatap lukisan senja
Napaktilasi cerita di pendar cahaya
Menari ceria dalam duka
Dibawah hujan kusembunyikan luruh airmata

#tulisan iseng sambil menatap bulan setengah purnama# 
-ai-

Selasa, 26 September 2017

Dinihari, Setangkup Rasa dan Sebongkah Asa

Obrolan WA dengan seseorang sahabat (Jika saya boleh menyebutnya sahabat) sore tadi, membuka banyak pintu bilik kenangan yang pada akhirnya menghamparkan lembar perjalanan yang telah saya lalui.

Hidup, sejatinya adalah potongan mozaik. Bilah-bilah berbentuk tak beraturan yang kemudian terangkai seiring berlalunya masa. Yang kadang menjadi jelas setelah melompati waktu. Banyak peristiwa yang terangkai bukan sebagai sebuah kebetulan. Lalu, seperti sebuah irama ritmis yang menjadi alur untuk puzzle berikutnya. Ketika rangkaian itu terbaca pada masa jauh setelahnya, terkadang menghadirkan tawa tak kurang pula air mata.

Di dinihari selepas rutinitas (harusnya!) yang kadang terabai hingga berabad-abad karena lelap yang jauh lebih melenakan, sebentuk sadar menyusup perlahan. Sepahit apapun cerita kemarin ketika hati telah menerima, maka kepahitan itu bukan lagi rasa yang tidak enak. Apalagi jika menyadari bahwa kepahitan yang kita alami mungkin tidak seberapa besar dibanding kepahitan yang orang lain rasakan.

Bicara tentang rasa, ku mengingat penggal kata dari seseorang "Rasa tak bisa dihakimi".
Well sesaat saya setuju bahwa rasa memang tak bisa dihakimi. Hadir, menyusup tanpa harus membuka pintu. Namun jika rasa yang hadir itu mungkin saja akan menyakiti hati yang lain, Lalu  rasa tidak bisa dihakimi, haruskah rasa itu dipertahankan atau dinafikan?

Entah.. saat ini satu puzzle baru sementara menunggu keping selanjutnya untuk bisa terangkai. Entah puzzle berikut berarti bertahan dengan semua rasa dengan mengabaikan logika kemudian pasti menyakiti hati yang lain atau menafikan dengan pertimbangan logika yang pada akhirnya juga melukai hati sendiri.

Pada akhirnya waktu jualah yang akan menjadi teman berlari saling mengejar, dan pada satu titik puzzle itu akan nyata.

Saat ini cukup nikmati lalu bisikkan pada penguasa rasa untuk menunjukkanmu jalan menyikapi. Meneruskan dengan segala konsekuensinya atau berhenti sampai di sini kemudian Mencari puzzle lain yang mungkin lebih pas untuk melengkapi puzzle yang sudah ada. Hingga meski hatimu berbisik betapa munafiknya dirimu dengan semua balutan yang nampak di indera, setidaknya kau menemu setitik bahagia yang hanya dirimu dan Tuhanmu yang punya hak untuk menghakimi.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk dimengerti siapapun, hanya sepenggal dialog antara dua bilik hati... luve ^_*

Senin, 12 Januari 2015

Oleh Oleh Dari Rumah bunda Zul Khaeriyah

Sabtu sore 15 Desember 2014, bertempat di rumah ibu Zul Khaeriyah dengan agenda utama mengunjungi ibu Zul yang masih dalam suasana berkabung sepeninggal suami beliau pertanggal 22 November 2014 lalu.

Tujuan utama teman teman IIDN pastinya untuk memberikan sedikit dukungan bahwa sepeninggal orang terkasih bukan akhir dari segalanya, masih terlalu banyak alasan untuk tetap melanjutkan hidup, masih terlalu banyak rencana yang butuh untuk direalisasikan dan sungguh masih banyak cinta yang mampu menguatkan untuk terus bertahan. 

Cerita tak berakhir sampai di sana, ada beberapa kejadian lucu yang mengundang tawa. Ada cerita tentang ayam organik yang beraduk dengan bekam yang pada akhirnya entah berujung di mana. Ada cerita tentang miom yang berlanjut ke mammografi hingga prosedur dan biayanya.

Diantara semua itu proses mencoba kue buatan mba Ida Basarang-lah yang paling heboh tetapi Syukurnya enak so jatuhnya ga lebay seperti pengakuan  pembuatnya :)

Cip Icip akhirnya semua pada meminta resep setelah proses tebak-tebakaan bahan dalam kue yang dicoba dan inilah resep asli dari penemunya

Puding Coklat By Ida Basarang
 Bahan Utama :
Telur                   6 Butir
Gula                   500 gr
Coklat                90 gr
Margarine           250 gr
Agar-Agar Plain  2 Bungkus
Air                      900 ml
Proses Kerja :
1. Kocok Telur dan Gula hingga rata dan berbusa
     
  
2. Masukkan Coklat Bubuk, Aaduk dengan Sptula atau sendok kayu
3. Sambil mengaduk ccoklat dan campuran gula telur, rebus air dengan agar-agar.
4. Setelah agar-agar mendidih masukkan campuran coklat, aduk di atas api kecil.
 5. Masukkan Margarine, Aduk terus hingga proses pematangan sempurna.



Itu sekedar gambar yang sempat kurekam saat proses penyiapan bahan dan pembuatannya, satu catatan dari pembuatnya pengadukan setelah penambahan margarine harus cukup lama agar saat penyimpanan di lemari es tidak terpisah antara adonan dan margarine yang menghasilkan lapisan kuning di bagian atas. 

So anyway, hasilnya enak.. meski saya mengurangi gula dan menggunakan hanya 200 gr jauh dinbawahbresep aslinya karena padabdasarnya untuk kue saya tidak bisa terlalu manis, rasanya cepat enek :)

Silahkan mencoba,,


HATI PEREMPUAN


Kepada semua laki-laki, yang masih sadar bahwa dirinya seorang laki-laki...

Kamu mau tahu, apa isi hati seorang perempuan, apa harapannya pada suaminya, atau laki-laki dalam kehidupannya?

Perempuan terluka, manakala hatinya dipisahkan dari keluarganya. 
Jika hanya jarak dan waktu, teknologi canggih masih dapat mengatasinya. 
Tapi, jika hatinya yang telah dipaksa berpisah? Bisakah teknologi menebus semuanya? 
 TIDAK! Bukankah dia ada juga karena keluarganya yang dahulu? 

Perempuan terluka, manakala ia diduakan dengan paksa. Tanpa kerelaan dari hatinya. Tanpa pengertian betapa biru hatinya. Tanpa toleransi, tanpa memberinya kesempatan untuk bicara sedikit tentang cinta di hatinya...

Perempuan terluka manakala ia tak diberikan kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri, meski sejenak. Meski harus meminjam ruang dan waktu untuk sesaat. 

Apa kamu pikir, menjadi perempuan itu mudah? 
TIDAK, jika kamu mau tahu.Ketika semua problema terjadi...dimana-mana...diakui atau tidak...telunjuk selalu mengarah kepada perempuan...
Tanyakan pada ibumu, jika masih ada secuil cinta dan penghormatan padanya. 
Mudahkah menjadi seorang perempuan? 
Aku yakin, jika kamu diberikan satu kesempatan untuk hamil, melahirkan, menyusui...Aku yakin kamu hanya ingin merasakan itu sekali saja.
Aku tahu, tak bisa aku berandai-andai seperti ini. Karena garis kita berbeda. Tapi, tahukah kamu, kenapa Allah memberikan rahim itu pada perempuan? 
Karena Allah Tahu, perempuan lebih bisa tegar merasakan semuanya daripada kamu...Lebih memiliki cinta...Juga kehangatan dan kesabaran yang LUAR BIASA...Apa kamu pikir, karena kamu laki-laki, dan kamu satu derajat lebih tinggi dari kami, lantas kamu bisa menjadi makhluk paling perkasa??? TIDAK, kalau kamu mau tahu.Karena makhluk perkasa tidak diukur dari berapa besar badannya, seberapa kuat otot-ototnya, atau seberapa encer otaknya...Dan kamu tahu, bagaimana jika kamu memberikan hak-haknya sebagai seorang perempuan? Bagaimana jika kamu menjaga hatinya, memperlakukannya dengan mulia dan terhormat?Dia akan membaktikan hidupnya untukmu, mendedikasikan cintanya untukmu, dia akan menjunjungmu, menghormatimu, menaburi hidupmu dengan bunga-bunga cinta yang bersemi indah di hatinya...Tentu, setelah Allah dan Rosul-Nya...Akan ia jaga hatimu sebagaimana engkau menjaga hatinya. Akan ia jaga kehormatanmu, hartamu, aibmu...Baginya senyummu adalah kebahagiaannya yang tak terperi...Ia tidak akan mengkhianatimu. Sungguh...Betapa indahnya memiliki istri shalihah, bukan?
Kuharap engkau tak hanya menuntut. Tapi, juga bisa mengerti...Perempuan itu rapuh. Tapi, dibalik kerapuhannya...ia adalah makhluk perkasa.
Sadarkah kau?
Bahwa seringkali seorang pria terkuat manapun, akan jatuh bertekuk lutut hanya dengan kerlingan seorang wanita....
From....... Diary Kehidupan..

repost from wall facebook.com/aninanrang

KUPU CANTIK DI LEMON CUI



Mengeksplor galeri dan temukan foto ini. Foto yang kushoot beberapa waktu lalu. Foto seekor kupu-kupu cantik yang menggantung manis di batang lemon cui yang kutanam di pot. 
Beberapa waktu terakhir batang lemon itu memang menjadi tempat hidup si kupu-kupu. telur dan kepompong silih berganti menjaddi pengghuninya yang lalu berimbas dengan daun yang nyaris habis menjadi santapan ulat lapar sebelum mengendon dalam rumah hangatnya. 

Bicara tentang Lemon Cui, lemon yang sepintas mirip jeruk siam, kecil yang bila agak matang berwarna kekuningang terrlihat segar. tapi, jangan coba-coba mengkonsumsinya langsung karena terrgoda aroma jeruk yang segar karena rasanya yagg woowww dahsyat untuk buat meringis menahan asam. 

Dari berbagai sumber yang kubaca, lemon Cui aatau lemon cina yang memiliki nama ilmiah Citrus microcarpa ini banyak di temui di Sulawesi Utara dan Mauku Utara ddan memrupakan maskot Sulawesi Utara untuk tanaman dalam pot (Tabulampot). 

Penggunaan lemon Cui ini erat kaitannya dengan kebiasaan  orang Manado yang umumnya sangat senang mengkonsumsi makanan laut sehingga keberadaaan lemon cui menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk menghilangkan amis dan membuat bahan makanan dari laut  lebih segar.

Back to Kupu-kupu. 
Kupu kupu ada yang berhabitat di pohon jeruk, mereka kemudian di kenal sebagai Kupu-kupu jeruk (Papilio demoleus).  
Kupu kupu jeruk adalah sejenis rama-rama dari suku Papilionidae. Dinamai demikian karena ulat kupu-kupu ini biasanya hidup dan menjadi hama di pohon jeruk. Aneka namanya dalam bahasa Inggris, di antaranya, Common Lime Butterfly, Lemon Butterfly, Lime Swallowtail, Small Citrus Butterfly, Chequered Swallowtail, Dingy Swallowtail, dan Citrus Swallowtail.
jenisnya cukup beragam, menurut Wikipedia subjenisnya ada 6.

Salah satu dari sub jenis inilah yang  kemudian menjadikan lemon cui di potku sebagai tempat tinggal dan berkembang biak. hmmm,, cantik sih cantik tetapi daun jerukku jadinya pada menghilang menyisakan ranting tanpa daun. 
Meskipun begitu, setiap kali kupu kupu cantik itu menggantung nyaman seolah tak terganggu dengan kamii yang mendekat untuk menatapnya kesal karena daun yang menghilang itu jadi terobati. 

yahh,, mungkin memang disitulah rezekinya, biarkanlah dia di sana menjalani takdir yang Allah gariskan atasnya dan juga atas lemon cuiku yang selalu kehilangan daun. saya yakin si lemon cui juga pasti ikhlas menjadi bahan makanan dan tempat berkembang si kupu kupu jeruk ehh Papilio Demoleus.

^_*








Kamis, 01 Januari 2015

New Year bukan sesuatu yang istimewa 'lagi' buatku

New Year, Tahun baru tepatnya tahun baru masehi. Dulu beberapa kali kulatah mengikuti hingar bingarnya bahkan pernah menjadi penggagas acaranya dan ikut urunan tak hanya dalam bentuk tenaga demi menyukseskannya. Yahh itu dulu, saat ku anggap hari itu adalah hari yang perlu diisi dengan sesuatu yang berkesan.
Seiring usia yang terus bertambah dengan makin bertambahnya bilangan tahun Hijriah maupun Masehi, kesadaran akan arti berkurangnya usia tinggal di bumi pun bertambah. Tahun baru bukan sesuatu yang perlu dirayakan, apatah lagi diisi dengan sesuatu yang bersifat kesia-siaan, terutama di tahun ini. Di saat sebagian saudara kita bergelung dalam kesedihan, rasanya kurang etis berpesta dan tertawa tanpa sedikit ikut empati dengan duka mereka. Saat di suatu pembicaraan asal lewat dengan teman yang mengajak mengisi tahun baru meski dengan sekedar bakar ikan, kujawab dengan senyum dan iringan permintaan maaf.
"Sorry say, dak matahun baruma saya, Insya Allah mulai tahun ini hingga kelak di batas usiaku nanti"
"Dehhh tawwa Berubah mako di,, apalagi sejak anakmu sekolahmi di Wahdah, lebar tommi sa liat jilbabmu. Aiihh dak bisamako diajak-ajak pale itu"
"Nda ada ji yang signifikan berubah, apalagi hanya karena alasan anakku di sana, aah nda'nya ji. Kalo jilbabku yang agak lebar karena sering bergaul dengan mereka, yahh bisa jadi. Jauh di hati kecil mauku memang begitu tapi belum cukup kuatka untuk istiqomah.☺ Untuk banyak hal masihji kepeng bisaka di ajak-ajak, yahhh untuk beberapa hal saya memang berusaha menahan diri. Hitung hitung berusaha untuk ke arah yang lebih baik. Sedikit lagi mati maki, jangan sampe kain kafanji dan dosa jadi teman, naudzubillah. heheee"
"Aishh dak asik moko dehh, rempong mako sedikitpi nu jadi mama Dedeh. hehee, becandaja,, jalanka dulu nah"
Kupandang kepergian temanku, mengayuh langkahnya sambil bisikkan doa, "Ya Robbi, pembolak balik hati, bersihkanlah hatiku, sinarilah dengan hidayahmu, dan tetapkanlah hatiku untuk senantiasa berusaha mendekatiMu, aamiin"
Yahh, Tahun ini ada beberapa kebiasaan yang memang berusaha kutanggalkan, bukan karena latah ikut-ikutan, atau menjadi ekstrim atau apapun namanya. Salah satunya adalah tak lagi mengirimi ucapan Selamat Natal dan Tahun baru kepada sahabat-sahabat yang merayakannya. Saya yakin beberapa pasti mengerti meski tak sedikit yang pasti menghujatku bahkan teman seAgama pun ada yang mengatakan itu terlalu berlebihan, apa salahnya sekedar ucapan, tapi seperti yang saya katakan ada banyak hal yang perlu berubah dan butuh penyempurnaan, tanpa menghilangkan eksistensi pertemanan dan persahabatan.
Pertemanan dan persahabatan bagian dari urusan dunia. Urusan akhirat dan keyakinan biarlah di koridor yang berbeda. Toleransiku bukan ada di ucapan yang kuberi, tetapi toleransiku cukuplah tanpa menghujat dan mempertanyakan pilihan keyakinan yang berbeda denganku, juga tak berusaha mengajak mengikutiku. Hanya dengan urusan yang berhubungan dengan keyakinannya lah yang tak boleh aku turut didalamnya bahkan sekedar dengan ucapan selamat, tetapi urusan di luar itu saya tetaplah teman dan sahabat yang Insya Allah akan selalu ada.
Pun dengan ucapan selamat tahun baru yang banyak mengisi inbox sms, bbm wa dan lineku. Kali ini tak satupun yang kubalas dengan ucapan yang sama, cukup kubalas dengan tanya apa kabar.
Berlebihan? Saya persilahkan anda untuk menilai, apapun penilaiannya itu hak masing masing, cukup kutamengi diriku dengan senyum tanpa komentar tambahan apapun lagi.
Satu yang pasti, mulai tahun ini takkan lagi saya ikutan dalam perayaan tahun baru apapun alasannya. Karena sejatinya perpindahan waktu ke 1 Januari tak berbeda dengan perpindahan waktu setiap hari, di 00.00 ke 00.01 berarti berkurang jatah waktu untuk lebih lama menghirup udara bumi, dan kian mendekatkan ke kehidupan yang kekal di dimensi lain.
Semoga kelak kita dipertemukan di kehidupan abadi yang penuh keindahan, aamiin.

Senin, 29 Desember 2014

RAFLESIA-KAH INI?


Salah satu rutinitas sebagai super working mom adalah buang sampah. Setiap kali sampah sudah memenuhi kantong yang disiapkan, maka setiap kali keluar rumah apapaun tujuannya wajib mengikutsertakan sang kantong untuk dititip di container sampah yang disiapkan di salah satu sudut pertigaan kurang lebih 500m dari kompleksku tinggal.

Bukan tentang buang sampahnya yang ingin ku bahas di sini, tetapi tangkapan sudut mataku di rimbunan sekitar yang menyuguhkan pemandangan cantik, meski harus bejibaku dengan aroma yang untuk sebagian orang memaksa buru-buru meninggalkan tempat. Tapi tidak denganku saat itu. Pemandangan cantik  menahan langkahku untuk tidak segera pergi, tetapi justru membuatku melangkah kira-kira 5 meter dari si container. 

Kamis, 04 Desember 2014

Kepuasan Itu Ada Karena Proses, Bukan Hasil!

Keinginan untuk memiliki web dengan nama sendiri merupakan mimpi lama yang tak kunjung kurealisasikan karena belum berfikir tentang seberapa besar manfaatnya.

Toh bisa dengan seenaknya membuat blog gratisan, lagian di blog gratisan saja saya tidak kunjung untuk mengisinya dengan tulisan berbobot atau minimal membuat orang sekedar untuk melirik atau membukanya, tetapi keinginan ini akhirnya menguat setelah melihat betapa banyak hal yang bisa dilakukan dengan itu.

Banyak sisi positif yang mungkin bisa menyertainya, salah satu hal positif yang aku harapkan adalah dengan berubahnya blog gartisku menjadi berbayar setidaknya aku akan lebih malu bila tidak berusaha untuk mengisinya dengan tulisan apapun, minimal yang bisa memberi pencerahan untuk diri sendiri atau mungkin juga catatan perjalanan hidup yang kelak  bila Allah SWT menganugerahi usia panjang bisa membuat ingatan kembali napak tilas ke masa lalu, toh kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di hari esok.

Bila bertanya tentang harapan, ku yakin semua orang ingin punya usia panjang, sukses menyertai pertambahan usia, punya keluarga yang bahagia, anak-anak yang sukses dan bahagia tanpa kehilangan akhlak apalagi iman.

Tapi kembali lagi itu adalah harapan, yang aku yakin setiap orang pasti menyertainya dengan usaha untuk mencapai hal itu. Namun harapan, Usaha Disertai Doa, Hasil akhirnya Allah SWT jualah yang menjadi penentu. Dan kusiapkan blog ini sebagai bahanku mengisi hari tua dengan napaktilas ke masa lalu (bayangkan diriku sukses mulia di masa tua :D)

Kembali ke judul, Alhamdulillah akhirnya jadi jugalah blogku berubah ke domain baru. Prosesnya tidak mudah bagiku meski setelah kureview ternyata tidak butuh banyak jam, tetapi kenyataannya  kuhabiskan beberapa hari hanya untuk memilih penyedia domain, mendaftar, melakukan pembayaran dan setting hingga penggalkisah.blogspot.com berubah menjadi aninanrang.com

Diantara tahap yang harus kulalui proses settinglah yang membuatku sedikit mumet. begitulah bila kita melakukan sesuatu tanpa meng'ilmu'inya.

Saya memulai tanpa tahu apa itu hosting, domain, penyedia layanan, hingga istilah aneh A Record, C Name, DNS dan bla bla bahasa pemrograman yang bikin ribet :D

But This is step yang kulalui :

1. Memilih Penyedia domain/hosting
    Proses ini kulalui dengan mata mumet menatap layar membaca satu persatu panduan untuk mengganti blog gratis menjadi berbayar. pantengi review orang lain tentang penyedia hosting/domain yang baik. setiap bertanya pada mbah gugel sering kali ku bertemu dengan rumahweb.com, Idwebhost.com, godaddy, namecheap deelel. menurut review pengguna semua baik dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing hingga nyarislah ku berlabuh ke idwebhost. Form  pendaftaran di idwebhost telah terbuka, tetapi entah mengapa mataku meleng ke bbm yang terbuka dan melihat kontak adminrwp di sana. iseng saya bertanya, "Mas, untuk membeli domain bagusnya di mana ya?"
tanpa menunggu lama balasannya muncul Adminrwp memberiku link yang saat kuklik ternyata membawaku ke Domosquare.com penyedia domain dan hosting lokal.
Pada dasarnya saya orangnya rempong, setelah berhadapan dengan domosquare.com masih juga saya merepotkan mbah gugel mencari rekam jejak domosquare meski sebenarnya pihak rwp tidak mungkin merekomendasikan penyedia yang tidak bagus. tetapi  itulah aku :D
rekam jejak cukup bagus, akhirnya pilihanku 75% mengarah ke domosquare. Form pendaftaran telah kuisi, invoice pun telah muncul. Disana tertera nama pemilik rekening untuk menyelesaikan pembayaran. Dasar rempong masih juga rasa ingin tahuku tergelitik untuk menyusuri siapa  pemilik rekening tersebut.
Mbah Gugel dengan sabar melayaniku, memunculkan banyak web terkait dengan nama yang kutuliskan dan beberapa artikel membuatku kagum pada sosok pemilik nama Ahlul Faradish Resha. Seorang teknokrat yang memiliki misi yang sangat mulia menurutku. lengkapnya cari di mbah gugel yaa, mungkin bisa membuat pembaca ikutan salut.  that's why persentase pilihanku yang tadinya 75% meningkat hingga 90%. kuselesaikan proses pembayaran dan berharap untuk segera menyelesaikan proses setting.

2. Proses Setting
Setelah proses pembayaran selesai dan invoice bertera belum bayar menjadi lunas, pihak Domosquare menghubungi untuk menyatakan terimakasih dan meminta data login blog untuk dibantu setting hingga tuntas.
kembali lagi, ada hal tertentu yang aku tidak sukai bila menerima dalam kondisi beres, karena itu tidak membuatku berfikir dan kepuasanku menjadi berkurang.
kumeminta pihak Domosquare untuk membimbingku hingga tuntas, kumulai sendiri proses settingku yang naudzubilllah ribetnyaaa (karena saya sama sekali buta dan tidak tahu :D)
mulai dari login ke kontrol domain, yang ternyata berbeda dengan cpanel login apalagi dengan member login. Nah loo dari situ saja mulai ribet kan? Fungsi masing-masing apa??
Data kontrol domain dikirimkan ke email beserta pasword, pin dan no id, yang fungsinya pun saya juga belum tahu.
lanjut, masuk ke kontrol domain proses selanjutnya adalah manage DNS, apa lagi ini??
mengisi host name, A record dan Cname.. istilah yang buatku mual mencarinya di layar karena tidak mengerti harus klik yang mana :D
beruntung denga bantuan chat YM serta aplikasi lightshot kukirimkan foto apa yang harus saya lakukan pada staf Domosquare yang diakhir kuketahui bernama Mas Arief (Thank you mas denganbaik melayani tanyaku :))
setelah proses setting domain selesai, kembali ke akun blogger untuk finishing.

3. Setting Akun Blog
melalui kolom pengaturan dasar di akun blogku (Blogger) kuganti domain ke pihak ketiga berkali-kali selalu memunculkan error alias galat alias (tambahin sendiri). Mumet?? pastinya...
ternyata untuk proses aktifkan domain biasanya menunggu 2-4 jam atau bila tidak hingga 1 x 24 Jam.
kutarik nafas dan kututup semua tab browser yang penuh. Kutinggalkan untuk kubuka nanti. :)

Pukul 3.40 dinihari di hari ini.
kubuka akun blogku kembali mencoba mengutak atik pengaturan, tak sabar rasanya melihat perubahan nama blogku.
kembali kuisikan domain yang telah kubeli, dan masih juga memunculkan error. ternyata kesalahannya sangat simpel... hanya menambahkan www. didepan aninanrang.com dan selesaii..

Kuresmikan nama baru blogku dari penggalkisah.blogspot.com menjadi aninanrang.com

tarik nafas menertawai diri... proses panjang yang kulalui ternyata amatlah sangat simpel BILA tahu dan mengerti caranya :D


Selamat mencoba!




Kamis, 27 November 2014

SAYA PEMILIK BLOG YANG BELUM PANTAS DISEBUT BLOGGER

Saya bukanlah blogger yang aktif, bahkan saya belum pantas disebut blogger
Yang saya miliki hanya blog kosong dengan jumlah lebih dari 1, pernah ikut pelatihan buat blog dan terdaftar sebagai member pada grup Belajar Membuat Website, tetapi tetap saja saya tidak belajar dengan tekun sehingga hasil yang saya dapatkan pun hanya sebatas create account :D

Meski memiliki beberapa blog tetapi tidak pernah berusaha untuk membuatnya lebih eye catching, padahal aplikasi, template dan sejenisnya bertebaran untuk digunakan dan hebatnya gratis pula.
Selama ini saya hanya menggunakan template klasik dari blogger meskipun sering ngiler melihat blog teman-teman yang cantik cantik.

by the way busway, gara-gara kopdar perdana dengan Grup IIDN (Ibu Ibu Doyan Nulis)  dalam rangka Diskusi Pencegahan Keekerasan Seksual Pada Anak dan blog walking di Blog teman-teman, saya akhirnya malu sendiri.. wuihh pede amat saya bergabung dengan  mereka, secara mereka benar benar penulis, blognya penuh dengan tulisan berbobot dan keren, lha aku?? 


Blog standar dengan isi kehitung jari serta tulisan yang masih sangat jauh untuk disebut bagus bersanding dengan blog mereka. 


Lepass dari itu semua, kuanggap keikutsertaan di kopdar IIDN

 sebagai momentum yang memantik semangatku untuk menulis. 
Rasa tidak percaya diri berkumpul dengan  mereka kumanage sedemikian rupa, kusugesti diriku untuk bisa seperti mereka. 
 
menulis dan teruslah menulis. kelak di antara sekian banyak tulisan yang kita buat mungkin ada 1 atau 2 tulisan yang akan membuat kita diingat, amiiin. 

Sekedar pengingat diriku diantara teman-teman yang jago nulis :D